Laman

Jumat, 27 Agustus 2010

CROUCHING TIGER HIDDEN DRAGON


SINOPSIS CROUCHING TIGER HIDDEN DRAGON
Kisahnya dimulai ketika pendekar sakti Li Mu Bai (Chow Yun Fat) mengunjungi sahabat lamanya, Sir Te (Lung Sihung) untuk memberikan pedangnya, Green Destiny. Ia hendak menggantungkan pedangnya karena ingin mengundurkan dari dunia persilatan. Setelah sekian tahun memburu pembunuh gurunya tanpa hasil, akhirnya ia merasa lelah dengan urusan balas dendam. Tidak hanya itu lantaran urusan balas dendam tersebut, Li Mu Bai harus memendam rasa cintanya kepada adik seperguruannya, Yu Shu Lien (Michelle Yeoh).
Yu Shu Lien yang memiliki usaha perdagangan pun sebenarnya memiliki perasaan sama kepada Li Mu Bai. Seperti halnya abang seperguruannya, Yu Shu Lien pun memendam rasa cintanya. Walau sempat terkejut dengan pengunduran Li Mu Bai, toh timbul sepercik harapan bagi Yu Shu Lien bahwa Li Mu Bai tidak akan sekadar menganggapnya sebagai adik belaka, melainkan sebagai wanita yang mendampinginya seumur hidup. Apalagi mereka sudah tidak muda lagi. Di sisi lain ketika pedang mandraguna Green Destiny itu dipamerkan Sir Te kepada kawannya, Gubernur Yu yang menguasai wilayah tempat tinggal Sir Te dan Yu Shu Lien, Yu Jen (Zhang Ziyi) putri sang gunernur itu pun menyaksikannya.
Ternyata pada malam harinya, pedang tersebut dicuri oleh sosok manusia yang bertopeng. Yu Shu Lien yang kebetulan berada di rumah Sir Te segera memburu pencurinya. Hampir saja Yu Shu Lien berhasil menangkapnya jika saja tidak ditolong oleh sosok manusia bertopeng lainnya. Ternyata pencuri tersebut adalah putri sang gubernur sendiri, Jen Yu. Sedangkan penolong Yu Jen itu adalah jade Fox (Cheng Pei-Pei) yang sehari-harinya adalah pembantu keluarga gubernur. Jade Fox bukanlah orang sembarangan sebab ia adalah tokoh dunia persilatan aliran hitam yang sangat terkenal. Selama ini ia menyamar sebagai pembantu agar aman dari kejaran Li Mu Bai. Sebenarnya keluarga Gubernur Yu pun tidak tahu jika sang pembantu itu adalah buronan pemerintah.
Hanya saja Yu Jen tahu rahasianya dan bahkan menjadi murid yang mewarisi keahlian kung-fu Jade Fox. Selain dicari pemerintah karena kejahatannya, Jade Fox pun dicari-cari Li Mu Bai karena merupakan pembunuh guru Li Mu Bai. Ketika Li Mu Bai yang akhirnya tahu identitas pencuri tersebut tidak mau bertindak keras, bahkan mencoba mengangkat Yu Jen sebagai murid mengingat bakatnya yang luar biasa di bidang ilmu silat. Namun timbul komplikasi lain lantaran Jade Fox akhirnya tewas di tangan Li Mu Bai. Terjadilah pertentangan hati Yu Jen antara keinginan menjadi murid Li Mu Bai dan balas dendam Jade Fox. Selain itu muncullah seorang pria tampan, Lo (Chang Chen), kekasih Yu Jen yang meminta Yu Jen agar memulai hidup baru di gurun pasir yang didiami Lo.
Chow Yun Fat
Karakter Li Mu Bai diperankan oleh salah satu dari sedikit aktor Asia yang namanya menjulang di blantika perfilman internasional termasuk Hollywood, yakni Chow Yun Fat. Dilahirkan di Lamma Island, di lepas pantai Hong Kong pada tanggal 18 Mei 1955, Yun Fat pindah ke kota Hong Kong dengan keluarganya di tahun 1965. Terpengaruh oleh opera Kanton, festival kesenian Cina dan film-film Amerika, Yun Fat memulai kariernya sebagai aktor profesional pada usia remaja. Kesempatan pertama datang kepadanya di tahun 1973 ketika Yun Fat menjawab iklan dari stasiun televisi Hong Kong, TVB yang membuka lowongan bagi para aktor muda.
Sejak itu ia membintangi berbagai serial televisi baik serial silat atau opera sabun, antara lain serial populer "Shanghai Beach" pada awal tahun 1980-an. Sementara itu debut pertama di film layar lebar, yakni membintangi film "Massage Girls" (1976), namun baru menarik perhatian publik lima tahun kemudian ketika membintangi film karya sutradara wanita terkenal Ann Hui, "The Story of Wu Viet" (1981). Sayangnya, selanjutnya Yun Fat membintangi film-film yang tidak mengesankan hingga pada pertengahan 1980-an, keberuntungan mulai datang kepadanya ketika berhasil memenangkan penghargaan sebagai aktor terbaik dari Asian Pacific Film Festival dan Golden Horse untuk performa aktingnya dalam film "Hong Kong 1941" (1984).
Namun namanya baru betul-betul meroket ke jajaran aktor papan atas setelah membintangi film klasik John Woo "A Better Tomorrow" (1986) yang melahirkan genre baru yakni film-film mafia Hong Kong. Sejak itulah, Yun Fat menjadi bintang yang sangat dikenal di perfilman internasional terutama di Asia, menyaingi ketenaran Jackie Chan dan Jet Li. Tidak heran apabila Yun Fat akhirnya berhasil menembus Hollywood, yakni membintangi film "The Replacement Killer" (1998) dan "The Corruptor" (1999), walau tidak begitu sukses di pasaran. Tetapi namanya menjulang di Hollywood ketika membintangi film "Anna and the King" dengan aktris terkenal Hollywood Jodie Foster. Selanjutnya disusul dengan film epik "Crouching Tiger, Hidden Dragon" (2000) yang berhasil menggemparkan dunia perfilman di seluruh dunia.
http://www.indosiar.com/sinopsis/535/crouching-tiger-hidden-dragon
SUMBER IMAGEhttp://www.impawards.com/2000/crouching_tiger_hidden_dragon_ver3.html

CHOW YUN FAT


sumber;http://www.allmoviephoto.com/photo/chow_yun_fat_crouching_tiger_hidden_dragon_001.html

THE HITMAN


SINOPSIS THE HITMAN
Alkisah seorang pengusaha paranoia ada orang yang ingin membunuhnya. Dia adalah seorang konglomerat tua asal Jepang yang bernama Eiji (Keiji Sato). Ketika pada suatu hari Eiji memiliki kecurigaan bahwa seseorang akan membunuhnya, maka sebagai orang yang memiliki harta berlimpah, maka ia membuat sebuah sayembara dengan menyediakan hadiah besar bagi siapa pun yang dapat menemukan orang yang hendak membunuhnya.

Sayangnya sang konglomerat tua tersebut malah diketemukan tewas terbunuh, namun sayembara yang diselenggarakan tetap berlaku. Kali ini peserta sayembara harus menemukan dan menangkap pembunuh Eiji yang diduga adalah Raja Pembunuh Bayaran (King of the Hitmen).
Karena sedang bangkrut dan membutuhkan banyak uang, akhirnya seorang bandit kelas teri yang bernama Ngok Lo (Eric Tsang) berminat mengikuti sayembara tersebut. Namun karena Ngok Lo merasa tidak sanggup melakukan sendirian sehingga iapun meminta seorang pembunuh bayaran yang masih hijau namun memiliki ilmu bela diri sangat tinggi yakni Fu (Jet Li) untuk bergabung dengannya dalam usaha melacak identitas Raja Pembunuh Bayaran yang sangat misterius.

Ternyata tidak mudah bagi dua sekawan untuk melacak jejak Raja Pembunuh Bayaran karena selain ahli dalam membunuh, pembunuh tersebut juga adalah ahli penyamaran. Selain itu, Ngok Lo dan Fu juga harus menghadapi persaingan yang keras dan ketat dengan peserta sayembara lainnya yang juga sangat berminat dengan hadiah besar itu.
Film yang menjadi nominator dalam Hong Kong Film Awards (1999) untuk kategori "Best Action Choreography" ini, selain didukung oleh Eric Tsang, Simon Yam serta Gigi Leung, juga dibintang oleh Jet Li, sang maestro Kung Fu Hong Kong. Sebagai salah satu dari sekian banyak film yang dibintangi Jet Li, film ini memiliki beberapa keunikan. Selain suara Jet Li yang tidak disulih suarakan, karena penonton dapat mendengarkan Jet Li berbicara dengan aksen Kanton, dalam film yang diproduksi tahun 1998 ini, karakter tokoh yang diperankan Jet Li sangat berbeda dengan peran-peran Jet Li di film-film lainnya yang biasa tampil sebagai jagoan.

Berhasilkah Fu dan Ngok Lo mendapatkan hadiah itu ? Seperti apa penampilan Eric Tsang dan Jet Li dalam film ini ?(indosiar.com/fachri)
http://www.indosiar.com/sinopsis/720/the-hitman

Rabu, 25 Agustus 2010

MERANTAU


Trailer-nya begitu megah. Tak kalah dengan film-film aksi Hollywood. Tapi, ibarat buku, tak elok menilai film hanya dari trailer-nya. Sebab, trailer sejatinya dibuat sebagai undangan menonton. Sajian utama tetap filmnya.

Trailer yang megah dan genre yang lama tak muncul dalam jagad film nasional pastilah mengundang siapapun untuk cari tahu. “Merantau” (2009) begitu menggoda untuk diabaikan.

Apa yang dilakukan “Merantau” sebenarnya melanjutkan apa yang sudah bertahun-tahun hadir dalam perfilman kita. Film silat bukanlah genre baru. Di tahun 1970-an dan ’80-an genre ini pernah begitu populer. Awalnya sineas kita mengekor film-film kung fu Hong Kong yang marak di tahun’70-an. Hingga muncul anggapan, meski filmnya menampilkan silat lokal terasa seperti menonton film kung fu. Genre ini lantas berkembang. Beragam judul muncul. Kita kemudian mengenal para jagoan macam Barry Prima dan George Rudy, atau langganan penjahat Advent Bangun.

Seiring lesunya perfilman nasional di tahun 1990-an, genre ini ikutan mati suri. Barry Prima muncul satu dua kali dalam film laga berbalut seks yang marak di dasawarsa itu.

Nah, setelah lebih dari 10 tahun film bergenre ini muncul lagi, kehadirannya perlu disambut.

“Merantau” diproduseri orang Indonesia, tapi dibuat sineas asing asal Wales, Inggris (Gareth Evans). Bintangnya kebanyakan orang kita, meski tokoh antagonisnya bule. Campur aduk asing-lokal mengingatkan pada film-film aksi akhir awal ‘90-an. Waktu itu perfilman kita ikut diramaikan bintang kelas B Hollywood, Cynthia Rothrock (Pertempuran Segitiga [1990], Tiada Titik Balik [1991], Bidadari Berambut Emas [1992], Membela Harga Diri [1992]) dan Frank Zagarino (Pemburu Teroris [1994]). Dalam cacatan JB Kristanto di buku Katalog Film Indonesia, penggunaan pemain asing dilakukan produser (terutama Rapi Film) untuk pemasaran di luar negeri. Tentu, filmnya masuk kategori kelas B (mungkin F—mengingat hasil akhirnya).

Balik ke “Merantau”, film ini punya penceritaan teramat klise. Seorang jago silat kampung (Iko Uwais) dari tanah Minang, merantau ke kota. Impiannya ingin jadi guru silat. Sial, kenyataan kadang tak sesuai impian. Ia malah berurusan dengan orang-orang jahat dan, tentu, menolong seorang “gadis-cantik-yang-terpaksa-melacur-yang-tinggal-berdua-bersama-adik-lelakinya-yang-minta-diajari-silat-pada-si-jagoan”.

Oke, kebanyakan film silat punya cerita tipikal (hanya Quentin Tarantino saja mungkin yang bisa mengubah apa yang tipikal dan strereotip jadi tontonan cerdas). Film-film kung fu bikinan Hong Kong milik Jacky Chan atau Jet Li nyaris tipikal semua. Sebab, yang utama bukan kisahnya, tapi aksi kung fu mereka.

Film ini rasanya diniatkan begitu pula. Bedanya, film Jacky dan Jet Li, meski titpikal, punya alur yang runut dan enak diikuti. Lain dengan “Merantau” ini. Di luar aksinya yang tak kalah keren dari film-film Hong kong (atau Hollywood sekalipun), film ini anehnya berjalan lambat. Skenario yang ditulis si bule (Evans, maksudnya) begitu lemah. Untuk menunggu adegan baku-gebuk yang setu, kita diajak terengah-engah menonton dialog-dialog klise dahulu.

Hal ini yang patut disayangkan. Andai film ini bicara lebih lancar, “Merantau” bisa jadi sebuah film penting di jagad sinema kita.***

MERANTAU (2009)
Sutradara-Skenario: Gareth Evans
Pemeran: Iko Uwais, Sisca Jessica, Yusuf Aulia, Mads Kuodal, Laurent Lohan Buson, Yayan Ruhian, Alex Abbad, Donny Alamsyah, Christine Hakim
Durasi: 135 menit
Sumber http://adeirwansyah.multiply.com/reviews?&page_start=20
image;http://yoursweetpie.blogspot.com/2009/08/resensi-film-merantau-produksi-merantau.html

THE EMPRESS AND THE WARRIOR


Sebuah film baru yang dibintangi Kelly Chen, Donnie Yen, dan Leon Lai. Film kurang jelas latar belakangnya, yang diketahui ini terjadi di Cina (mana lagi…) Dimulai di tengah sebuah peperangan, tanpa dijelaskan pihak mana yang bertikai. Dengan cepat cerita pun berkembang menjadi sebuah konflik internal kerajaan.
Film ini sebenarnya punya potensi untuk berkembang jika ia mau mengembangkan cerita tentang seorang karakter misterius yang dimainkan oleh Leon Lai, seorang ksatria bulan terakhir. Sayangnya mereka tidak mau mengeksplor itu. Fokus cerita juga tidak jelas apakah mau di konflik internal kerajaan (seperti yang diperlihatkan dengan bagus di film The Curse of Golden Flower), atau percintaan tokohnya, atau konflik kerajaannya. Jadilah film ini memang sebuah film tanpa fokus dengan hanya mengandalkan pada keindahan koreografer kungfu yang memang bagus. Dan di sini kita bisa melihat bahwa yang namanya seorang jendral emang jendral yang bisa mengalahkan ratusan prajurit. Ada juga beberapa momen di dalam cerita yang berharga, sayangnya itu semua tidak terbingkai dalam sebuah konteks cerita yang memberi makna pada semuanya. Ceritanya terlalu simplisistis.
Saya terus terang banyak berharap dengan beberapa film kungfu nantinya, The Forbidden Kingdom, yang dibintangi Jacky Chen dan Jet Li, dan Three Kingdoms yang dibintangi Andy Lau, Sammo Hung dan Maggie Q. Mudah2an film ini bisa lebih memuaskan.
Film: 2.5/5
Plot: 2/5
Koreografi: 3/5
Sutradara: 2.5/5
Akting: 2/5
http://semuareview.wordpress.com/2008/04/01/the-empress-and-the-warrior/#more-46

Golok Bergetar Lonceng Berdenting


Golok Bergetar Lonceng Berdenting
Laki-laki itu marganya Ding, dipanggil Ding Ning. Dia adalah seorang yang dikenal sangat berbakat di dunia persilatan dalam kurun waktu 100 tahun ini. Kecepatan ilmu goloknya sudah bisa menyaingi Fu Hung Xue
( nb : Fu Hung Xue (Pho Ang Swat), adalah tokoh utama bersama Yap Kay - dalam saga Salju Merah - juga karangan Gu Long diterjemahkan oleh Gan KH )

Cerita dibuka dengan peristiwa percobaan pembunuhan oleh tiga pembunuh bayaran paling berbahaya di dunia persilatan , yaitu : Xuan Yuan Kai Shan, Tian Ling Zhi, dan Mu Yang Er, mereka bertiga mendapat order dari seorang perempuan misterius, untuk membunuh Ding Ning.

Ding Ning yang ilmu goloknya dianggap setara dengan Fu Hung Xue lolos dari upaya pembunuhan tersebut, akan tetapi pada akhirnya harus tunduk terkena jebakan dari si perempuan pemberi order pembunuhan, yang belakangan diketahui bernama , Yin Meng - perempuan tercantik dalam dunia persilatan saat itu.

Buku ini adalah persembahan ketiga dari See Yan Tjindjin setelah Raja Naga Tujuh Bintang (2004) dan Darah Ksatria (2005). Walau masih terus "menyedot" tjinkeng2 lama untuk dikoleksi, Tjindjin juga konsisten mencetak terjemahan2 cersil baru untuk kita nikmati -walau dicetak secara terbatas- jadi kita musti bersyukur ada satu Tjindjin ini di Masjarakat Tjersil Indonesia.

Buku ini cukup tebal, 280 hal, mungkin setara dengan puluhan jilid bila dicetak dengan format jaman dulu, perlu ketekunan khusus untuk menuntaskan buku ini : alurnya lambat, cerita berputar-putar pada para pelaku yang tidak banyak jumlahnya. Satu per satu para pelaku cerita diberi porsi khusus untuk dibahas asal-usulnya, tinggal para pembaca dibiarkan untuk menebak motif dari tindakan para pelaku, untuk kemudian mengetahui siapa sebenarnya dalang dari peristiwa yang menjadi topik utama cerita ini.

Ding Ning, Hua Cuo, Mu Rong Qiu Shui, dan Wei Hao Ke adalah empat orang bersahabat sejak kecil. Hua Cuo yang terkenal sebagai seorang playboy tampan berjodoh dengan Yin Meng yang dijuluki si perempuan cantik nomer satu di dunia persilatan. Kelemahan utama dari Hua Cuo adalah kegemarannya akan ilmu golok dan ambisinya untuk menjadi si golok tercepat di dunia persilatan...yang kemudian memang membawanya kepada kematian.

Hua Cuo mati ketika sedang menepati janjinya untuk bertemu dengan Yin Meng setelah berpisah selama dua tahun, di hadapan Yin Meng tubuh Hua Cuo terbelah dua dengan rapi, tanda pekerjaan seorang yang sangat ahli dalam ilmu golok. Di lain pihak Ding Ning sudah terkenal akan kecepatan goloknya di dunia persilatan.

Di dukung sebuah kejadian kebetulan, Yin Meng berkesimpulan bahwa Ding Ning lah tersangka utama pembunuh Hua Cuo, segala cara dikerahkan sampai akhirnya Ding Ning jatuh juga dalam cengkramannya. Dalam upaya pembalasan dendam, Yin Meng telah menyiksa Ding Ning dengan merubah wajahnya sehingga tidak dapat dikenali lagi, menjahit matanya sehingga tidak bisa melihat, dan menjahit lidahnya sehingga tidak bisa berbicara, selain itu urat2 kakinya telah diputuskan sehingga boleh dibilang Ding Ning telah mati walau masih hidup.

Lebih jauh, Ding Ning kemudian diserahkan kepada Mu Rong dan Wei Hao ke untuk diurus diberi makan dijaag agar tetap hidup, dengan tujuan agar tetap tersiksa. Mu Rong dan Wei tidak menyangka kalau orang yang diserahkan kepada mereka adalah Ding Ning, sang sahabat di masa kecil, sampai akhirnya mereka sadar kalau tawanan mereka itu adalah Ding Ning dan pada dasarnya mereka berdua telah dijebak oleh Yin Meng , terseret ke dalam intrik yang bisa berakibat fatal.

Ding Ning selain ber ilmu golok tanpa tandingan juga ternyata berasal dari keluarga terpandang ber-ayah seorang jendral, apabila ayahnya tahu kalau Ding Ning telah disiksa macam begitu tidak terbayangkan akibat apa yang akan terjadi pada Murong dan Wei Hao Ke. Alih2 membebaskan, mereka berdua malah ber-kolusi untuk sekalian membunuh Ding Ning tanpa sepengetahuan Yin Meng agar terbebas dari jebakan dan bahaya.

Dan dari sini cerita dimulai.

Cerita kemudian berputar putar pada rencana yang diatur rapi oleh Mu Rong untuk melenyapkan Ding Ning dengan meminjam tangan seorang algojo , bernama Jiang Duan Xian. Mu Rong mengatur agar Ding Ning dituduh sebagai penjahat dalam penjara yang akan dihukum mati - sebuah ritual biasa yang terjadi di penjara kota itu - , dan Jiang Duan Xian kebetulan berprofesi sebagai eksekutor di penjara kota itu.

Jiang ternyata bukan algojo biasa, asal usulnya juga hebat dan misterius, pernah dalam sehari membunuh 30 jago di sebuah desa dan dari 10 kali bertanding golok, hanya kalah satu kali. Ding Ning lah yang pernah mengalahkannya, dan Mu Rong dengan sangat rapi telah mengatur agar Jiang tahu bahwa yang akan di eksekusinya adalah Ding Ning.

Tentu saja Jiang yang memang dendam dengan Ding akibat kekalahannya tempo hari tidak akan menolak untuk mebunuh Ding Ning, tapi apakah Jiang benar2 ingin membunuh Ding ?

Jiang terkenal sebagai ahli golok yang bahkan disaat mandi pun selalu membawa golok, sebuah kebiasaan yang disebut mirip dengan Feng Si Niang - pacar Xiao Shi Yi Lang.
(nb : Xiao Shi Yi Lang adalah tokoh utama dari Cinta Kelabu Seorang Pendekar-Tjan ID / Anak Berandalan-OPA )

Juga terlibat satu gadis berusia 18 tahun bernama Pan Pan , yang berprofesi sebagai wanita penghibur pacar dari Mu Rong. Ding Ning pernah melepas budi pada Pan Pan , dan untuk menebus kebaikan Ding pada dirinya, Pan Pan berusaha keras dengan segala cara untuk membebaskan Ding Ning dari kurungan Mu Rong dan Wei. Tentu para pembaca sudah paham, apabila seorang perempuan bilang segala cara, maka cara yang paling ampuh adalah dengan menggunakan tubuhnya.

Demikianlah cerita berputar putar diantara Ding, Wei, Mu Rong, Yin Meng, Pan Pan dan Jiang. Dan ternyata ada cerita rahasia tersembunyi melibatkan Ding, Jiang dan Huo Cuo yang berujung pada kematian Huo Cuo.

Benarkah Ding yang membunuh Huo ? - kalau dia bukan pembunuhnya , kenapa dia tidak membantah ketika Yin Meng menuduhnya sebagai pembunuh Huo Cuo.

Kemudian, apakah sebenarnya motif utama dari Mu Rong mengatur rencana rapi agar Ding dapat dibunuh dengan meminjam tangan Jiang...? Tentu ada alasan khusus lebih dari sekedar menghindar dari kesulitan sehingga Mu Rong harus mengerahkan semua kepandaiannya mengatur peristiwa hukuman mati bagi Ding.

Memang melelahkan membaca buku ini sampai tamat, yang tidak terbiasa dengan gaya cerita percakapan tanpa narasi dari narator akan capek sebelum sampai tujuan. Membaca percakapan antar para tokoh dalam cerita ini juga lama2 membosankan (tapi kalau percakapan2 ini dilewatkan, kuatir juga kalau ada details yang terlewat, nanti malah menjadi makin membingungkan), mereka bersilat lidah dengan kalimat pendek pendek berakhiran tanya dengan paragraf yang juga pendek menusuk.

Sekedar petunjuk bagi yang belum membaca, jangan dilewatkan 5 halaman awal - baca sungguh sungguh, .. karena sebenarnya semua peristiwa yang terjadi di buku ini - segala kesalah pahaman - bermula di 5 halaman awal. Kuncinya ada di 5 halaman awal - seputar misteri terbunuhnya Huo Cuo.
Sumber; http://hkw-ceritasilat.blogspot.com/search?updated-min=2007-01-01T00%3A00%3A00%2B07%3A00&updated-max=2008-01-01T00%3A00%3A00%2B07%3A00&max-results=19
IMAGE;http://seeyancinjin.multiply.com/journal/item/37

Jumat, 20 Agustus 2010

FILOSOFI TARUNG DERAJAT


TARUNG DERAJAT
DEFINISI :
Tarung Derajat itu adalah Ilmu Olahraga Seni Pembelaan Diri yang memanfaatkan senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani. Didalam proses pembelajaran dan pemberlatihan gerak seluruh anggota tubuh beserta bagian bagian penting lainnya untuk memiliki dan menerapkan 5 (lima) unsur daya moral, yaitu : Kekuatan – Kecepatan – Ketepatan – Keberanian dan Keuletan pada Sistem Teknik – Taktik dan Strategi Ketahanan dan pertahanan diri yang dinamis dan agresif dalam bentuk Pukulan, Tendangan, Bantingan dan Kuncian, serta mampu digunakan secara Praktis dan Efektif terutama pada upaya Pembelaan Diri .
HAKEKAT TARUNG DERAJAT :
Tarung Derajat itu adalah Ilmu Olahraga Seni Pembelaan Diri yang memanfaatkan Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani secara Realistis dan Rasional, didalam proses pembelajaran dan pemberlatihan gerakan-gerakan seluruh anggota dan organ tubuh serta bagian-bagian penting lainnnya, dalam rangka memiliki dan menerapkan 5 (lima) unsur daya moral, antara lain yaitu : Kekuatan – Kecepatan – Ketepatan – Keberanian dan Keuletan, yang melekat dengan Dinamis dan Agresif dalam suatu Sistem Ketahanan / Pertahanan diri serta Pola Teknik, Taktik dan Strategi Bertahan menyerang yang Praktis dan Efektif bagi suatu Pembelaan Diri. Untuk digunakan terutama pada upaya Pemeliharaan Keselamatan, Kesehatan dan Kesempatan Hidup sebagai Manusia yang berhakekat, seperti mampu menghindari dan menjauhkan sikap hidup permusuhan dan kesombongan, pencegahan dan pemulihan penyakit fisik dan mental, serta mampu mensyukuri kehidupan dan berbuat amal kebaikan bermanfaat bagi kemanusiaan.
Senyawa Daya Gerak Otot, Otak serta Nurani di atas tadi berasal dan diperoleh dari proses Fikiran Rasa dan Keyakinan atas dan tentang berbagai macam sifat, motif dan bentuk serta cara datang kemudian menerima dan menyikapi serta menjawab peristiwa-peristiwa terjadinya suatu kejadian hidup yang dialami dan teralami sendiri di dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan bidang garapan hidup yang ditekuni secara Realistis dan Rasional pada setiap tatanan ruang lingkup, tataran dan tingkatan kehidupan yang diganti selaras dengan adab-adabnya dalam rangka berinteraksi hidup keluarga, masyarakat, hingga bernegara dan berketuhanan YME. Pengalaman tersebut bergulir secara alamiah dari waktu ke waktu sejak masa kecil bergerak sepanjang hayat.
Rangkaian dari suatu proses pengalaman hidup tersebut ditata dalam bentuk paduan imajinasi yang sarat dengan hasrat perjuangan dan kerja keras untuk merubah nasib, tertata dalam bentuk paduan kreativitas. Paduan imajinasi menyatu dengan paduan kreativitas melahirkan suatu tindakan hidup yang praktis dan efektif. Dan tindakan moral yang dilakukan dengan konsisten pada setiap menghadapi tantangan dan tuntutan hidup, merefleksi dalam paduan Keberanian Moral.
PRINSIP TARUNG DERAJAT :
JADIKANLAH DIRIMU OLEH DIRI SENDIRI !
MENJADI PRINSIP PELATIHAN TARUNG DERAJAT
Dengan imajinasi, kreativitas dan keberanian moralnya, sosok pribadi anak bangsa bernama Achmad Dradjat membina diri, menempa fisik dan mental, menjawab tantangan dan memenuhi tuntutan hidup.
Serta membentuk jati diri sendiri secara mandiri dan tersendiri. Hal ini ditandai dengan menerapkannya nama julukan dengan panggilan AA BOXER. Nama panggilan AA BOXER melekat pada Achmad Dradjat setelah dirinya mampu dan berhasil menciptakan dan menerapkan suatu cara Pembelaan Diri karya ciptanya pada kehidupan sehari-hari dimana diperlukan dan penting melakukan suatu pembelaan diri demi memelihara diri dan membela kemanusiaan
http://tarungderajat-aaboxer.com/FILOSOFI%20TARUNG%20DERAJAT.htm
IMAGE:http://kodrattebo.blogspot.com/

PROFIL TARUNG DERAJAT


MENGENAL TARUNG DERAJAT.
AKU RAMAH BUKAN BERARTI TAKUT
AKU TUNDUK BUKAN BERARTI TAKLUK.
BOX ! SALAM PERSAUDARAAN.
TARUNG DERAJAT itu Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri yang memiliki ciri khas dan kemandirian tersendiri, seperti Sistem Pembelaan Diri Reaksi Cepat yang Praktis dan Efektif dengan gerak anggota tubuh yang Realistis dan Rasional. Hal itu adalah, Logika dan Tindakan Moral yang memanfaatkan senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani untuk digunakan terutama pada upaya Pemeliharaan Keselamatan dan Kesehatan hidup, seperti Menghindari dan mempertahankan diri dari segala bentuk tindak kekerasan yang merusak derajat moral kemanusiaan dan Menghormati persamaan hak dan kewajiban dalam pergaulan umum dimanapun berada, serta Pencegahan dan Pemulihan penyakit fisik dan mental yang menumbuhkan kerusakan pada tatanan kehidupan, misalnya: Persaingan hidup dan Keserakahan.
Senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani tersebut berasal dan diperoleh antara lain, yaitu dari: Didikan Akhlak budipekerti dan Ajaran Agama yang diterapkan oleh kedua orang tua dan tertanam serta terpelihara secara berdisiplin sejak masa kecil, dari gerak reflek anggota tubuh dan bagian penting lainnya yang alami sebagai bagian dari kelengkapan hidup bawaan lahir yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana kepada setiap mahluk hidup ciptaannya yaitu suatu kemampuan gerak alami mempertahankan diri untuk bertahan hidup dari sesuatu bahaya yang mengancam kehidupannya, antara lain: Naluri, Insting dan Garisah, serta dari hasil terapan Pengalaman Hidup lainnya yang menjadi magnit dan pendorong yang kuat untuk membangun sendiri secara mandiri suatu cara mempertahankan dan menahan diri yang tersendiri dan bermanfaat dalam penyelenggaraan KEHIDUPAN selaras dengan Kodratnya. Sebelum senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani melekat pada seluruh Anggota Tubuh beserta bagian-bagiannya dan dijadikan sebagai alat untuk Pembelaan Diri, haruslah difikirkan, dirasakan dan diyakini akan keamanan dan keampuhannya. Untuk menjamin hal itu senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani tersebut harus melalui serangkaian Proses Uji tentang Daya Serang dan Daya Tahan , Sifat Fisik dan Sikap Mental serta Khasiat dan Manfaatnya, sehingga dapat ditentukan bentuk Teknik, Taktik dan Strategi Mempertahankan dan Menahan Diri yang paling patut dan sangat pantas untuk diciptakan secara khusus dan diterapkan melalui cara yang tersendiri dalam arena kehidupan sehari-hari untuk ditumbuh kembangkan serta diorganisir dengan pola hidup yang mandiri dan alamiah. Pada penciptaan dan penerapan selalu dilakukan penelitian dan ketelitian mutu teknik, taktik dan strategi untuk menjamin agar alat pembelaan diri dapat dikuasai dengan mutu terjamin dan dapat digunakan sesuai dengan derajat kebutuhan dan peruntukannya.
Fikiran, Rasa dan Keyakinan tentang Hikmah yang terkandung dibalik terjadinya kejadian – kejadian hidup yang mengguncang perasaan batin
TARUNG DERAJAT (TARUNG DRADJAT), adalah Logika dan Tindakan Moral yang memanfaatkan Senyawa Daya Gerak Otot - Otak serta Nurani untuk digunakan terutama pada upaya PEMBELAAN DIRI yaitu Pemeliharaan Keselamatan dan Kesehatan Hidup, seperti Pencegahan dan Pemulihan Penyakit fisik dan Mental serta mempertahankan dan menahan diri demi tegaknya kehidupan yang bermartabat.
Senyawa Daya Gerak Otot - Otak serta Nurani tersebut berasal dan diperoleh dari: Didikan Akhlak Budipekerti dan Ajaran Agama yang diterapkan oleh kedua Orang tua dan melekat secara terpelihara sejak masa kecil, dari Reflek Gerak Tubuh alami sebagai bagian dari kelengkapan hidup yang di Anugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada setiap mahluk hidup ciptaannya, antara lain: Naluri, Insting, dan Garisah, serta hasil dari terapan Pengalaman hidup sendiri.
Sebelum senyawa diserap dan meresap serta melekat pada setiap gerak anggota tubuh kemudian digunakan sebagai Alat untuk Perlindungan diri, haruslah di Fikirkan, di Rasakan dan di Yakini akan Keamanan dan Kemanfaatannya, untuk menjamin hal itu Senyawa Daya Gerak Otot - Otak serta Nurani, harus melalui rangkaian Proses UJI, tentang: Khasiat, Daya Tahan dan Serang, serta Sifat Fisik dan Sikap Mentalnya, sehingga dapat dibangun bentuk dari pada Sistem Pembelaan Diri yang paling Realistis dan Rasional serta sangat Praktis dan Efektif untuk menyikapi dan menjawab kejadian dan tantangan hidup yang merusak harkat martabat atau derajat kemanusiaan dan tatanan kehidupannya.
Berbagai macam cara, upaya dan pengorbanan dilakukan didalam membangun system teknik, taktik dan strategi pertahanan dan ketahanan diri ini, perjuangan hidup tersebut terkordinasi dalam tahapan proses pembelajaran dan pemberlatihan olah gerak anggota badan beserta bagian-bagian pentingnya, seperti: bagian kepala, tangan, kaki dan perangkat tubuh lainnya dalam bentuk gerakan yang sesuai dengan fungsi dari pada anggota tubuh tersebut, misalnya Pukulan , Tendangan , Hindaran , Tangkisan , Bantingan dan Kuncian serta gerak tubuh lainnya yang terkait dalam kepentingan gerakan beladiri. Pada penerapannya yang dipraktekan langsung dalam kehidupan sehari-hari dimana diperlukan dan butuh berkelahi guna menyelamatkan kelangsungan hidup, menegakkan kehormatan dan membela kemanusiaan serta sambil menguji kemampuan hasil belajar dan berlatih diri sendiri. Dan sesungguhnya kebiasaan berkelahi tersebut menjadi bagian dari proses penempaan fisik dan mental yang sangat memiliki pengaruh pada pembentukan jati diri seni Pembelaan Diri ini dari perkelahian jalanan ini pula kemudian dikenal istilah TARUNG BEBAS yang kemudian menjadi salah satu cirri khas dari Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri ini.
“TARUNG DERAJAT.yaitu : “ Ilmu Olah Raga Seni Beladiri yang memanfaatkan Senyawa daya gerak Otot – Otak serta Nurani didalam Pembelajaran dan Pemberlatihan Gerak seluruh anggota tubuh beserta bagian-bagian pentingnya, antara lain Kepala, Tangan, Kaki dengan segala keinderaannya didalam lingkup Proses penempaan fisik dan Mental dalam rangka menguasai dan menerapkan 5 unsur Daya Gerak Moral, yakni: Kekuatan-Kecepatan-Ketepatan-Keberanian dan Keuletan, dalam Teknik, Taktik dan Strategi Mempertahankan dan Menahan Diri yang Agresif dan Dinamis pada bentuk Pukulan, Tendangan, Hindaran, Kibasan, Bantingan, Kuncian serta gerak Bertahan Menyerang lainya yang Praktis dan Efektif, bagi suatu Pembelaan Diri yang Realistis dan Rasional “. Pada proses pembentukan dan penerapan selalu dilakukan pengkajian Derajat teknik, taktik dan strategi pertahanan dan ketahanan diri untuk menjamin agar Sistem Pembelaan Diri
terserap dan melekat pada anggota tubuh dengan Derajat terjamin serta dapat digunakan dalam arena Kehidupan sehari-hari sesuai dengan peruntukan dan kepentingannya.
Tarung Derajat dilahirkan di Bumi Persada Indonesia tercinta di kota Bandung Jawa Barat pada tanggal 18 Juli 1972, yang ditandai dengan Ikrar pendirian Perguruan Pusat Tarung Derajat oleh Sang pendiri tunggalnya, yaitu Pencipta Tarung Derajat bernama : ACHMAD DRADJAT yang akrab dipanggil dengan nama sebutan “AA BOXER”. Nama sebutan tersebut diterapkan dan terpatri pada Sang Guru Achmad Dradjat untuk menandai dirinya sendiri yang telah mampu dan berhasil meraih tahapan awal dari suatu proses Perjuangan panjang, antara lain: Melakukan perlawanan diri terhadap suatu Tindak Kekerasan Fisik yang mengancam Keselamatan dan kesehatan hidupnya, tindak perlawanan tersebut dilakukan dengan kemampuan fisik yang terbangun dan dibangun dari hasil proses Renungan dan Pelatihan diri .
KEHIDUPAN pada Hakekatnya, adalah merupakan Interaksi antara Manusia dengan Alam semesta, Manusia dengan Lingkungannya, Manusia dengan Manusia lainnya, Manusia dengan Dirinya sendiri, serta Manusia dengan Tuhannya.
Selaras dan sejalan dengan Hal-hal diatas tadi, adalah sosok Guru Achmad Dradjat seorang putra bangsa Indonesia yang akrab dengan nama panggilan AA BOXER. Sejak usia remaja 13 tahun Berjuang Diri mencari dan menggali sendiri secara mandiri, untuk memiliki dan menguasai Sesuatu Hal yang Khas dan tersendiri, guna Menyelamatkan dan Menyehatkan Kelangsungan Hidupnya.
Kehidupan masa kecil Sang Guru Achmad Dradjat yang mempunyai postur tubuh Lebih Pendek dan kurus bila dibanding dan ditandingkan dengan anak-anak sebayanya yang berumur rata-rata sama, kelebihan badan luarnya itu terimbangi dengan sifat dan sikap bawaan hidup yang Berani dan Ulet serta selalu Realistis dan Rasional dalam Berkehidupan. Hidup dan dibesarkan disuatu tempat tinggal yang peri kehidupan masyarakatnya sangat keras dan heteorogin,
terimbangi yang lebih itu adalah Suatu Ilmu Olah Raga Seni Bela Diri, yang dinamakan “ TARUNG DERAJAT “. memanfaatkan senyawa daya gerak Otot, Otak serta Nurani untuk digunakan terutama pada upaya menguasai dan menerapkan 5 (Lima) Unsur Daya Gerak Moral , antaralain : Kekuatan, Kecepatan, Ketepatan, Keberanian dan Keuletan, pada Sistem Mempertahankan dan Menahan Diri
Bermacam cara , upaya dan pengorbanan dilakukan dalam kesendirian oleh Achmad Dradjat dan secara mandiri serta tersendiri pula mencari dan menggali suatu cara , tempat dan sarana , prasarana lainnya yang Praktis dan Efektif untuk suatu Penempaan diri , hal itu dikerjakan sejalan dengan penyelenggaraan hidup sehari-hari ditengah kerasnya Kehidupan yang ditapakinya dari saat ke saat semasih hidup pada masanya , seiring dengan bergulirnya sang waktu Perjuangan hidup pribadi Achmad Dradjat yang syarat mengalami berbagai Tindak Kekerasan dan diwarnai bermacam Perkelahian fisik dan mental yang menguras Tenaga ,fikiran dan Perasaan yang terjadi secara alami maupun terprogram baik yang disebut perkelahian jalanan maupun ditempat-tempat umum lainnya saat berlatih Beladiri lainnya pada upaya uji banding dan tanding dengan cara bela diri yang sedang dibangunnya.: “ ILMU OLAH RAGA SENI BELA DIRI “ ( Ilmu adalah Pengetahuan, Kepandaian atau Keterampilan - Olah adalah Mengolah, Menggodok atau Menempa dan Raga adalah badan dengan seluruh perangkatnya atau wadah dari jiwa - Seni adalah Kesanggupan akal fikiran untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi dan bermanfaat atau Karya yang diciptakan dengan Kemampuan luar biasa – Bela adalah Membela, Menjaga, Merawat, Menahan, Memelihara dan Diri adalah Sendiri, orang yang terpisah dengan orang lain atau Pribadi yang Mandiri).
Pada Proses Pembentukan dan Pembangunan System serta Pola dan Penerapan Teknik, Taktik dan strategi Ilmu Olah Raga Seni Bela Diri tersebut, setiap saat selalu dilakukan Pengujian dan Pengkajian Derajat kemampuannya secara terus menerus dan bertahap untuk menjamin, agar CARA Mempertahankan dan Menahan Diri ini dapat dikuasai dengan baik dan terjamin Keamanan dan Keampuhannya serta dapat dipakai sesuai dengan peruntukan dan kepentingan didalam memangku Kehidupan diatas muka bumi selaras dengan Kodrat Nya.
Sejalan dengan Perjuangan Hidup yang dilakukan Sosok diri Achmad Dradjat yang Konsisten dan Konsekwen dengan segala resiko Perjuanganya
http://tarungderajat-aaboxer.com/TARUNG%20DERAJAT.htm
SUMBER IMAGE; http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3671463

SEJARAH TARUNG DERAJAT


Sejarah Tarung Derajat
Drs. H. Achmad Dradjat
Berawal dari pengalaman yang tidak menyenangkan dan perjuangan hidup yang keras, AA Boxer panggilan akrab dari Drs. Achmad Drajat selalu mencoba untuk mempertahankan diri dari segala bentuk perkelahian yang kerap dialaminya pada masa muda dahulu. Memang menurutnya pada tahun 1960 an, di lingkungan tempat tinggalnya, AA Boxer sering mendapat tekanan-tekanan yang pada akhirnya terjadi bentrokan secara fisik. Tempat tinggalnya yang terbilang rawan pada masa itu, selalu menjadi tempat perkelahian antar kelompok, bahkan dirinya menjadi ikut terlibat, bukan AA Boxer yang memulai, tetapi timbul dari keadaan yang terpaksa.
Pengalaman hidup yang selalu tidak menyenangkan ini telah membekas pada dirinya. "Dari bosan kalah itulah timbul niat untuk menciptakan beladiri", Akhirnya ia mencoba menciptakan teknik-teknik beladiri yang praktis untuk dapat mengangkat kembali kehormatan dirinya agar tidak selalu menjadi bulan-bulanan lawannya yang bertubuh besar. Setelah ditelaah ternyata dalam perkelahian yang selalu dialaminya, ia menemukan 4 unsur gerakan, yaitu memukul, menendang, menangkis/mengelak dan membanting. Dalam benaknya timbul, "Kalau ingin menang dalam berkelahi harus mempunyai cara untuk memukul, menendang, menangkis/mengelak, dan membanting sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain". Dari sini diproses, karena pada dasarnya tangan dapat digerakkan secara alamiah sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya. Semangat dan ketekunan telah membentuk dirinya menjadi mahir untuk membela diri. Kematangan dalam beladiri semakin bertambah tatkala ada orang yang dengan sengaja ingin mencoba dan mengajak beradu fisik. Bahkan memberanikan diri untuk melindungi orang yang merasa tertindas atau disakiti oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Sejak itu, beberapa pemuda berdatangan ingin mempelajari ilmu beladiri yang dimilikinya. Pada saat inilah panggilan dan julukan AA BOXER mulai melekat pada dirinya. Awalnya, AA Boxer tidak berkeinginan untuk mengajari orang untuk beladiri. Ia menciptakan beladiri hanya untuk dirinya sendiri dan tidak mempunyai jurus/gerakan yang baku, tetapi karena beberapa orang tetap memaksa untuk diajarkan beladiri, mulailah mereka diberikan pelajaran ilmu beladiri hasil jerih payahnya. Ini terjadi pada tahun 1968 yang pada saat itu, AA Boxer baru berusia 18 tahun.
Dari beberapa orang, kemudian menyebar dan tumbuh cukup pesat, seperti bola es yang menggelinding makin lama makin besar. Timbul pemikiran untuk membentuk suatu wadah perkumpulan yang mempunyai nama, lahirlah beladiri itu secara ilmiah dari nama panggilan sehari-hari, AA BOXER. Tepatnya tahun 1972, beladiri yang diciptakannya kini sudah memiliki nama. Perjalanan mengajar dan melatih, tumbuh berkembang sampai timbul permintaan untuk mengajar di daerah lain. Renungan dari pengalaman hidup yang diderita dan dijalaninya dengan penuh kesabaran dan tawakal telah menjadikan dirinya tegar dan menumbuhkan rasa percaya diri serta menanamkan keyakinan yang semakin mantap. Perlahan-lahan ditata dan ditinjau kembali teknik dan gerakan yang sudah diciptakan, sehingga kian hari beladiri yang lahir secara alamiah ini mulai menemukan bentuknya. Teknik-teknik yang diyakininya sudah baik mulai dibakukan. Konsepnya untuk menciptakan beladiri yang praktis dan efektif sudah semakin nampak jelas. Semuanya diilhami dari 4 unsur gerakan perkelahian, yaitu memukul, menendang, menangkis/mengelak, dan membanting. Menurutnya, sudah kodrat-Nya gerakan-gerakan fisik tersebut ada pada setiap insan manusia yang mutlak bukan milik dari suatu aliran ilmu beladiri lain.
Kedewasaannya yang ikut terbina dengan baik telah membentuk dirinya untuk selalu berfikir positif, nama perkumpulan beladiri AA Boxer terkesan berbau asing dan juga seakan bertentangan dengan idealisme bangsa Indonesia. Menurutnya, beladiri yang telah diciptakan lahir di bumi Indonesia, karena itu nama perkumpulan beladirinyapun harus berasal dari bahasa Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan keinginannya untuk mendaftarkan olahraga beladiri ini masuk menjadi anggota KONI. Akhirnya berubahlah nama perkumpulan beladirinya menjadi TARUNG DRAJAT. Ini diambil dari kata TARUNG yang artinya perkelahian, perjuangan untuk membela diri, sedangkan kata DRAJAT diambil dari namanya Achmad Drajat. Jadi, arti TARUNG DRAJAT adalah cara berjuang mempertahankan diri ala Achmad Drajat.
Pengetahuan fisik dan batin yang juga ikut dipupuk merasa dirinya seolah berkesan dikultus dari namanya. "Kalau kita memakai nama langsung, kita seolah-olah memiliki suatu hal yang sombong atau takabur, jadi nanti akan ada suatu pengkultusan, kita tidak mau dikultuskan oleh anggota", demikian ujarnya ketika menceritakan perubahan TARUNG DRAJAT menjadi TARUNG DERAJAT. Artinya pun berubah menjadi Berjuang mempertahankan diri untuk mencapai suatu tingkat atau kehormatan, karena DERAJAT itu sendiri mempunyai arti tingkat atau kehormatan.
Hasil usaha dan perjuangan yang sebelumnya tidak pernah disangka akan menjadi seperti ini akhirnya tumbuh dan berkembang. Apalagi setelah masuk menjadi anggota KONI pada tahun 1998. Ditunjang oleh semangat dari murid-muridnya, Keluarga Olahraga Tarung Derajat atau yang lebih dikenal dengan KODRAT telah menyebar di 20 propinsi di Indonesia, dan juga sampai ke negara-negara lain khususnya Asia Tenggara. Beladiri yang diciptakan ini memang murni hanya melatih beladiri secara fisik saja, tidak ada unsur lain. Gerakan teknik beladiri yang praktis dan efektif yang dikembangkan ini tidak pernah secara khusus untuk bisa beladiri dengan senjata. Walaupun demikian diajarkan juga cara untuk menghadapi lawan yang menggunakan senjata. "Apakah dapat dikatakan insan beladiri, jika ada orang yang membawa senjata yang bukan bagian dari tugasnya ?", begitulah prinsipnya, "Sebab insan beladiri adalah orang yang ingin menciptakan hidup tenang dan selamat" , tambahnya lagi.
Beladiri Alamiah
"Tarung Derajat murni hanya mengolah fisik saja !", tegasnya. Diakuinya, memang tidak ada unsur mistik yang digunakan untuk menambah kekuatan. Berlatih fisik secara rutin dengan suatu teknik yang sudah diramu dan disesuaikan dengan teknik beladiri ciptaannya, namun tidak bertujuan untuk membentuk badan seperti atlet binaraga. Berlatih fisik untuk beladiri berarti juga berlatih napas, dan ini terjadi secara alamiah, tidak ada latihan pernapasan secara khusus. Memang dianjurkan kepada para anggotanya untuk selalu menyempatkan diri berlatih fisik dan teknik setiap hari selama 1 sampai 2 jam. Karena menurutnya untuk membentuk fisik menjadi kuat, otot dan daging menjadi pejal memerlukan latihan yang keras, disiplin yang tinggi dan dilakukan terus-menerus, sehingga diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, kekuatan dan percaya diri menjadi meningkat.
Kejadian pada masa perkelahian dahulu telah melahirkan teknik beladiri yang terbentuk secara alamiah. Gerakan tangan, kaki, dan juga anggota tubuh lainnya bersumber dari gerakan-gerakan yang biasa dan alamiah dilakukan oleh setiap orang, namun diasah lagi dengan kemasan teknik beladiri berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang pernah dialaminya. Hingga terbentuklah beladiri Tarung Derajat dengan teknik beladiri yang praktis dan efektif. "Yang namanya praktis adalah tidak neko-neko", tuturnya. Menurutnya lagi, tidak ada latihan untuk menahan napas, atau belajar agar menjadi kuat terhadap air raksa atau juga harus kuat terhadap pukulan besi, "Kalau orang lain bisa, harus kita akui", begitu komentarnya dengan tetap menghargai yang lain.
Setiap anggota Tarung Derajat sudah biasa terdidik secara keras, dengan porsi latihan yang keras, targetnya adalah untuk mencapai dan membentuk anggotanya mempunyai kelembutan hati nurani. Dengan menjadi petarung, perilaku hidup akan menjadi terkendali. "Tidak boleh anggota Tarung Derajat melakukan tindakan yang berlebihan, karena akan mendapat hukuman yang berat", tegasnya ketika mengakhiri pembicaraan.
http://aaboxer.blogsome.com/2006/05/20/sejarah-tarung-drajat-2/
SUMBER IMAGEhttp://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://rezafadilwirapratama.files.wordpress.com/2009/03/tarung_telak1.jpg&imgrefurl=http://www.kaskus.us/showthread.php%3Ft%3D3561201%26page%3D16&h=534&w=350&sz=39&tbnid=LiIUQWtjidjZ2M:&tbnh=132&tbnw=87&prev=/images%3Fq%3Dtarung%2Bderajat&zoom=1&hl=id&usg=__tUMHKOTShaYXnVX5dX4ydpBJgK0=&sa=X&ei=E1ZvTOyoJZTWuAOIytFC&ved=0CCoQ9QEwBQ

Kamis, 19 Agustus 2010

MERPATI PUTIH


Arti Nama dan Motto
Arti dari Merpati Putih itu sendiri adalah suatu singkatan dalam bahasa Jawa, yaitu:
Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening yang dalam bahasa Indonesia berarti "Mencari sampai mendapat Kebenaran dengan Ketenangan" sehingga diharapkan seorang Anggota Merpati Putih akan menyelaraskan hati dan pikiran dalam segala tindakannya. Selain itu PPS Betako Merpati Putih mempunyai motto: "Sumbangsihku tak berharga, namun Keikhlasanku nyata".
[sunting] Sejarah
Merpati putih (MP) merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang Indonesia yang pada awalnya merupakan ilmu keluarga Keraton yang diwariskan secara turun menurun, yang pada akhirnya atas wasiat Sang Guru ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.
Awalnya aliran ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Lalu setelah Grat ke tiga, R. Ay. Djojoredjoso ilmu yang diturunkan dipecah menurut spesialisasinya sendiri-sendiri, seni beladiri ini mempunyai dua saudara lainnya. yaitu bergelar Gagak Samudro dan Gagak Seto. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, sedangkan Gagak Seto ilmu sastra. Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Mas Saring lalu Mas Poeng dan Mas Budi menjadi PPS Betako Merpati Putih. Hingga kini, kedua saudara seperguruan lainnya tersebut tidak pernah diketahui keberadaan ilmunya dan masih tetap dicari hingga saat ini ditiap daerah di tanah air guna menyatukannya kembali.
Pada awalnya ilmu beladiri Pencak Silat ini hanya khusus diajarkan kepada Komando Pasukan Khusus ditiap kesatuan ABRI dan Polisi serta Pasukan Pengawalan Kepresidenan (Paspampres).
Didirikan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, mempunyai kurang lebih 35 cabang dengan kolat (kelompok latihan) sebanyak 415 buah (menurut data tahun 1993) yang tersebar di seluruh Nusantara dan saat ini mempunyai anggota sebanyak satu juta orang lulusan serta yang masih aktif sekitar 100 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia.
Sang Guru Merpati Putih adalah Bapak Saring Hadi Poernomo, sedangkan pendiri Perguruan dan Guru Besar sekaligus pewaris ilmu adalah Purwoto Hadi Purnomo (Mas Poeng) dan Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi) sebagai Guru Besar terakhir yaitu generasi ke sebelas (Grat XI).
PPS Betako Merpati Putih berasal dari seni beladiri keraton. Termasuk diantaranya adalah Pangeran Diponegoro.
Berikut Silsilah Turunan aliran PPS Betako Merpati Putih:
• BPH ADIWIDJOJO: Grat-I
• PH SINGOSARI: Grat-II
• R Ay DJOJOREDJOSO: Grat-III
• GAGAK HANDOKO: Grat-IV
• RM REKSO WIDJOJO: Grat-V
• R BONGSO DJOJO: Grat-VI
• DJO PREMONO: Grat-VII
• RM WONGSO DJOJO: Grat-VIII
• KROMO MENGGOLO: Grat-IX
• SARING HADI POERNOMO: Grat-X
• POERWOTO HADI POERNOMO dan BUDI SANTOSO HADI POERNOMO: Grat-XI
Amanat Sang Guru, seorang Anggota Merpati putih haruslah mengemban amanat Sang Guru yaitu :
• Memiliki rasa jujur dan welas asih
• Percaya pada diri sendiri
• Keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari
• Menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan Ketaqwaan kepada Tuhan.
Pada tahun 1995, seorang anggota PPS Betako Merpati Putih cabang Jakarta Selatan, Mas Eddie Pasar mendapat piagam penghargaan Rekor dari Musium Rekor Indonesia (MURI) karena mendemonstasikan menyetir mobil terjauh dari Bogor ke Jakarta dengan mata tertutup.
Hingga tahun 1998 PPS Betako Merpati Putih masih hanya untuk Warga Negara Indonesia saja. Namun karena minat dari luar negeri sangat banyak dan antusias, MP mulai membuka diri untuk menerima anggota dari luar negeri. Adalah Nate Zeleznick dan Mike Zeleznick sebagai orang berkulit putih pertama yang diajarkan pencak silat ini pada tahun 1999 dan menjadi Guru Merpati Putih Pertama di Amerika. Pada awal bulan Oktober 2000 Mas Pung dan Mas Budi meresmikan American School of Merpati Putih yang pertama berlokasi di Ogden City Mall, Utah. MP adalah satu-satunya Pencak Silat yang diselidiki secara ilmiah mengenai masalah adanya tenaga dalam.
[sunting] Beladiri Tangan Kosong (Betako)
Latihan Merpati Putih mementingkan aspek beladiri tanpa senjata/tangan kosong. Bagian-bagian tubuh manusia dapat digunakan sebagai senjata yang tak kalah ampuhnya dengan senjata sesungguhnya. Tetapi walaupun begitu pada anggota Merpati Putih secara ekstra kurikuler (bukan kurikulum latihan) diperkenalkan senjata, sifat dan karakteristik senjata, cara menghadapi dan sebagainya.
[sunting] Tujuan
PPS Betako Merpati Putih adalah salah satu warisan ilmu beladiri karya nenek moyang Indonesia asli, dan bertujuan menempa kepribadian anggota-anggotanya agar berwatak dan berkepribadian kuat, harmonis, dinamis serta patriotis, sesuai filsafat Indonesia, yaitu Pancasila.
[sunting] Jurus dan Tenaga Dalam
Merpati Putih menggunakan tenaga dalam asli manusia, dengan permainan napas. Pada orang biasa, tenaga asli tersebut dapat dilihat dan digunakan hanya pada saat orang bersangkutan dalam kondisi terdesak saja. Misal: melompat pagar saat anjing mengejarnya di jalan yang buntu. Dalam keadaan kembali normal / tidak terdesak, orang tersebut serasa tidak percaya telah melompati pagar yang tinggi tersebut. Maka di dalam Pencak Silat ini, bagaimana menggunakan tenaga ekstra asli manusia tersebut pada saat normal, kapanpun dan dimanapun.
Secara normal sel dalam tubuh manusia menghasilkan zat yang bernama Adenosine Triphospate (A.T.P) yang merupakan cadangan energi dalam tubuh. Maka dengan bantuan teknik olah nafas, tenaga tersembunyi manusia itu dapat di latih untuk diperoleh dan dikumpulkan di dalam tubuh. Ada banyak Jurus (teknik olah) Pernapasan di dalam Pencak Silat ini diantaranya Pernapasan Pembinaan dan Pernapasan Pengolahan. Juga Ada beberapa Teknik Jurus diantaranya adalah Rangkaian Gerakan Terikat (RGT) dan Rangkaian Gerakan Bebas (RGB) Selain itu juga ada beberapa Teknik Langkah dan Gerak, diantaranya adalah Langkah Praktis dan Gerak Praktis.
Selain dari Diri Sendiri (energi badan), pengambilan energi getaran di Pencak Silat Merpati Putih ini dapat pula diambil dari alam seperti dari Bumi (energi tanah juga pohon yang berusia amat tua), atau bahkan energi dari Angkasa (energi bintang, matahari ataupun bulan.
Beberapa tahun belakangan, ilmu tenaga dalam Merpati Putih yang mengandung energi dan getaran ini telah diselidiki lebih jauh secara ilmu pengetahuan dan dikembangkan juga untuk pengobatan serta untuk kepentingan orang tuna netra, agar mereka bisa membaca, membedakan dan mengenali warna serta dapat mempermudah segala aktivitas lainnya sehari-hari.
[sunting] Tingkatan dan Latihan
Ada dua belas tingkatan di dalam PPS Betako Merpati Putih ini. Tingkatan-tingkatan dalam PPS Betako Merpati Putih dimulai dengan:
• Tingkat Dasar I, tingkatan pertama masih berstatus calon anggota, walaupun telah berseragam baju atau kaos berwarna putih, celana hitam, kerah baju merah dengan label nama diri di dada namun sabuk masih putih polos.
• Tingkat Dasar II, tingkatan kedua dan seterusnya telah memakai seragam anggota tanpa nama diri dengan lambang IPSI dan lambang Merpati Putih di dada serta bersabuk merah polos.
• Tingkat Balik I, sabuk merah (tanpa strip) dengan lambang Merpati Putih di salah satu ujungnya.
• Tingkat Balik II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah di salah satu ujungnya.
• Tingkat Kombinasi I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip jingga di salah satu ujungnya.
• Tingkat Kombinasi II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip kuning di salah satu ujungnya.
• Tingkat Khusus I (Khusus Tangan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip hijau di salah satu ujungnya.
• Tingkat Khusus II (Khusus Kaki), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip biru di salah satu ujungnya.
• Tingkat Khusus III (Khusus Badan), sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip nila di salah satu ujungnya.
• Tingkat Penyegaran, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip ungu di salah satu ujungnya.
• Tingkat Inti I, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip putih di salah satu ujungnya.
• Tingkat Inti II, sabuk merah dengan lambang Merpati Putih dan berstrip merah dan putih di salah satu ujungnya.
Para anggota berlatih paling tidak dua kali dalam seminggu di suatu Kelompok Latihan atau biasa disebut Kolat. Setiap kali latihan memakan waktu sekitar kurang-lebih dua jam. Pada tiap tahun, yaitu tepatnya setiap Tahun Baru 1 Suro atau 1 Muharam, seluruh anggota dari Sabang sampai Merauke diperbolehkan mengikuti dan berkumpul bersama-sama anggota lainnya di Yogyakarta, tepatnya di pantai Parang Kusumo untuk latihan bersama dari semua Tingkatan. Juga diadakan Napak Tilas di daerah Bukit Manoreh. Acara ini sudah merupakan tradisi di dalam perguruan pencak silat ini yang berguna untuk mengetahui dan dapat bertukar pikiran antar anggota satu dengan anggota lainnya.
[sunting] Partisipasi di JREF
pada tanggal 7 oktober 2000, bertempat di Salt Lake City USA, Merpati putih yang dipimpin oleh Ketuanya, mengikuti sayembara yang diadakan oleh JREF (James Randy Educational Fondation) yang berhadiah 1.000.000 dollar, merpati putih mendemonstrasikan ilmu yang dinamakan vibra vision, pada demo pertama menggunakan tutup mata yang dibawa sendiri. kontestan dari merpati putih yang merupakan murid senior yang telah berpengalaman selama 20 tahun dalam bidang ini, unjuk gigi dengan berhasil mencari warna bendera yang sesuai dengan yang ditunjukkan dengan tingkat akurasi 100 persen, akan tetapi selanjutnya ketika tes dimulai oleh pihak JREF dengan menggunakan tutup mata yang disediakan oleh panitia, akurasi dari kontestan merpati putih turun drastis hingga mendekati 0 persen yaitu hanya 3 yang benar dari 19 percobaaan
sejak itu organisasi ini dikenal sebagai hoax oleh media barat yang hanya mengajarkan tahyul dan bukan seni bela diri sesungguhnya


sumberhttp://id.wikipedia.org/wiki/Merpati_Putih
sumber image; http://kohan2282.multiply.com/journal/item/10

Wing Chun - Dan Chi Sau (basics) part 2

video
sumber;youtube.com

Wing Chun - Dan Chi Sau (basics) part 1

video
sumber; youtube.com

Wing Chun - Siu Nim Tau (basics) part 3

video
sumber; youtube.com

Wing Chun - Siu Nim Tau (basics) part 2

video
sumber; youtube.com

Wing Chun - Siu Nim Tau (basics) part 1

video
sumber; youtube.com

Aikido Basics- Ushiro Waza - Aikido Tekubi Tori Kokyunage Defense

video
sumber; youtube.com

Rabu, 18 Agustus 2010

Aikido Basic Techniques - Yokomenuchi Kokyunage

video
sumber;youtube.com

Aikido Basic Techniques - Ushiro Tekubi Tori Kokyunas

video
sumber;youtube.com

Beginner Wushu Techniques - How to Do the Pu Bu Chuan Zhang Technique in Wushu

video
sumber; youtube.com

Beginner Wushu Techniques - How to Do the Horse Stance Double Punch in Wushu

video
sumber; youtube.com

Aikido Sankyo Rear Wrist Grab Defense

video
sumber; youtube.com

Aikido Iriminage Wrist Grab Defense

video
sumber;youtube.com

SILAT TUO

video
SUMBER; youtube.com

Capoeira Fight Halarious How not to show off

video
sumber; youtube.com

PENDEKAR HARUM


I. Maling Romantis
Diterjemahkan oleh : Gan KH
Penerbit : Tunas Tanjak, 1973. 11 jilid

Cerita di bab pertama dibuka oleh suatu peristiwa pencurian patung jade berbentuk bidadari dari sebuah rumah yang dijaga ketat oleh beberapa orang yang berkepandaian tinggi. Sebelum peristiwa itu terjadi , sebelumnya si pencuri telah berkirim surat dulu bahwa dirinya akan meminjam patung jade incarannya itu dari pemiliknya.
Walau dijaga ketat diantaranya oleh seorang petugas negara yang paling ditakuti oleh para kriminal karena kemampuan investigasinya, patung jade berbentuk bidadari itu tetap saja berhasil dicuri, si pencuri hanya meninggalkan jejak berupa bau harum samar-samar wangi bunga tulip, tanda Chu LiuXiang baru saja berkunjung.
Sedang beristirahat di atas kapal yang merupakan rumahnya, sambil mengagumi patung jade bidadari hasil curian ditemani oleh ke tiga dayangnya yang cantik, Chu LiuXiang kemudian dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat yang terapung mendekati kapalnya.
Hasil analisa Li Ang-siu (Li HongXiu) yang memang sudah terkenal berpengetahuan luas mengenai seluk beluk tokoh dunia persilatan, mengatakan apabila mayat yang terapung itu bernama Coh Yu-cin, pimpinan tertinggi dari Thian-siang pang, sementara dari analisa terhadap luka-luka di tubuh mayat, Li berkesimpulan kalau pembunuhnya pasti berasal dari Cu Soa bun, dan dalam perguruan itu hanya ada tiga orang yaitu, Pang, Nyo dan Sebun yang memiliki kemampuan lebih untuk membunuh Coh Yu-cin.
Belum selesai mereka berdiskusi, muncul mayat kedua yang terapung mendekati kapal mereka. Li segera mengenali kalau mayat kedua adalah Sebun Jian dari perguruan Cu Soa bun. Kembali menganalisa, Li berkesimpulan kalau pembunuhnya kemungkinan adalah anak murid Lam Hay pay, belum selesai berkata, muncul mayat ketiga, Ling Ciu-ciu dari Lam Hay pay....!.
Kali ini Chu LiuXiang sudah bersiap untuk menyambut mayat ke empat, diduga bakalan muncul mayat Ca Bok-hap, yang sudah tiga puluh tahun labih terkenal sebagai si Raja Padang Pasir. Dari bekas luka pada mayat Ling Ciu-ciu, dugaan mengarah kuat kepada Ca Bok-hap sebagai pembunuhnya. Tak lama, sesuai dugaan, muncul mayat yang ditunggu-tunggunya itu, berbeda dengan keadaan tiga mayat sebelumnya, mayat terakhir ini muncul dalam keadaan tubuh yang sudah hancur.
Menganalisa mayat Ca Bok-hap, dugaan muncul apabila dia telah mati akibat racun, sedangkan racunnya sendiri kemungkinan besar adalah “air gula“ , racun ramuan dari Thian-it Sin-cui kiong, racun paling mematikan seantero dunia persilatan dari Sin Cui kiong, tempat paling misterius dalam dunia persilatan yang hanya dihuni oleh para wanita.
Masih asyik berdiskusi sambil bercanda dengan para dayang-dayangnya,...tiba-tiba muncul mayat ke-limat dihadapan Chu LiuXiang….!
Chu LiuXiang kemudian terseret ke dalam misteri pembunuhan ke lima mayat yang ditemukannya ketika tiba-tiba sudah muncul seorang perempuan di bawah dek kapal tempat dia beristirahat. Mengaku datang dari istana Sin Cui kiong, Kiong Lam-yan, nama perempuan yang menyelundup itu, menuduh Chu LiuXiang telah mencuri racun “air gula“ , Thian-it Sin-cui dari istana Sin Cui kiong. Selain mencuri, Chu juga dituduhnya telah menipu dan merayu salah seorang dayang perempuan di istana Sin Cui kiong demi untuk mencuri racun Thian-it Sin-cui. Si gadis yang diduga telah ditipu oleh Chu itu akhirnya ditemukan mati bunuh diri dalam keadaan hamil.
Kiong Lam-yan memberi waktu selama tiga puluh hari bagi pendekar kita ini untuk mengembalikan, kalaupun bukan dia yang mencuri, Chu LiuXiang harus menemukan pencuri sebenarnya yang juga adalah si perayu dari dayang Sin Cui kiong yang mati bunuh diri itu, semuanya dalam waktu tiga puluh hari.
Sebenarnya tanpa adanya ancaman dari Kiong Lam-yan pun Chu LiuXiang sudah tertarik untuk menyelidiki kasus ini. Bagi dirinya, lima mayat yang saling tidak mengenal dan berdiam di tempat yang terpisah jauh satu sama lain ditemukan mati dalam waktu dan tempat yang sama, air sakti dari Sin Cui kiong secara misterius telah dicuri orang, dan seorang gadis suci pingitan yang selama hidupnya tidak pernah bicara dengan laki laki ditemukan mati bunuh diri dalam keadaan hamil, kesemuanya adalah rentetan peristiwa yang pastinya saling berhubungan satu sama lain.
Chu LiuXiang tidak menyadari kalau rasa keinginan tahu untuk memecahkan kasus ini telah menyeretnya masuk kedalam satu skenario besar pembalasan dendam dari dua perguruan yang terlibat satu peristiwa berdarah empat puluh empat tahun silam dan melibatkan tokoh tokoh penting dari partai pengemis Kay-pang, Hua-shan, Shao-lin dan tokoh lainnya dari dunia persilatan yang hampir saja membuat kehilangan selembar nyawanya itu.



II. Rahasia Ciok Kwan Im
Diterjemahkan oleh : Gan KH
Penerbit : Tunas Tanjak, 1973. 12 jilid

Setelah berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang ternyata berkaitan dengan intrik perebutan kekuasaan dalam tubuh Kay-pang dan Shao-lin (dalam buku Maling Romantis), akhirnya Chu LiuXiang bisa pulang kembali ke kapalnya. Angan-angannya untuk bersantai bersama ke tiga dayang yang cantik itu harus lenyap ketika mereka ternyata telah hilang diculik orang.
Demi untuk menyelamatkan mereka, Chu kemudian menempuh perjalanan panjang ke luar perbatasan Tionggoan,…..memburu penculik sampai gurun pasir!.
Kali ini perjalanan Chu ke luar perbatasan ditemani oleh sahabat setia sejak masa kecilnya yaitu, Oh Thi-hua (Hu Tie-hua), dan seorang lagi sahabat setia, Ki Ping-yan (Ji Ping-yan). Masih belum lengkap, Si “Setitik Merah Tionggoan“ ZhongYuan Yi Diahong , pembunuh bayaran nomer satu di Tionggoan, membunuh tanpa meneteskan darah, ikut bergabung dengan Chu untuk menyelidiki rahasia penculikan ketiga dayang Chu LiuXiang itu.
Boleh dibilang, inilah salah satu episode petualangan Chu yang paling baik dan seru ceritanya.
Sesampai di gurun pasir, setelah hampir mati kehausan, Chu, Oh, Ki Ping-yan dan salah satu pengawal dari Ki Ping-yan, kemudian menjadi tamu dari sebuah kerajaan di gurun pasir yang dikepalai oleh seorang Raja, Kui Je-ong.
Kerajaan Kui Je ini sedang mendapat tantangan dan gangguan dari sebuah perkumpulan di gurun pasir yang semuanya beranggotakan wanita berkepandaian tinggi dan ahli racun. Perkumpulan ini dipimpin oleh seorang perempuan misterius dengan kepandaian serta intelektualitas yang tidak terukur, Ciok Kwan Im. Ciok Kwan Im selain kemisteriusannya, oleh kalangan dunia persilatan ia juga dikenal sebagai sosok perempuan tercantik di jagat, terkejam di dunia dan berilmu paling tinggi sejak puluhan tahun lampau.
Ciok Kwan-Im dalam rencananya ternyata mengincar salah satu mustika paling berharga dari kerajaan Kui-je yang diyakininya menyimpan peta rahasia tempat penyimpanan harta karun tak ternilai dari pusaka kerajaan Kui-je. Belakangan Chu dan kawan kawan juga menyadari kalau ketiga dayang yang disayanginya itu telah jatuh pula ke tangan Ciok Kwan-im, sehingga mau tidak mau, ketiga sahabat ini kemudian bekerjasama dengan Kui Je-ong untuk melawan Ciok Kwan-im dan gerombolannya.
Kisah pertentangan kedua kubu ini tidak menjadi sesederhana yang dikira karena Ciok Kwan In yang memang misterius ternyata benar berilmu tinggi dengan kepandaian strategi yang tak ada bandingannya. Ciok Kwan Im bisa dengan leluasa keluar masuk istana Kui-je untuk membunuh siapa saja yang ia mau tanpa ada yang berhasil menghalanginya. Termasuk Chu LiuXiang dan kawan kawan pun hanya bisa memandang tanpa bisa melakukan perlawanan ketika pada suatu ketika Ciok Kwan Im secara frontal mendatangi istana Kui-je Ong untuk menantang para jagoan kita itu.
Di dalam cerita ini, kisah berputar putar dengan adanya juga satu kelompok asing lainnya yang ingin merebut kekuasaan dari Kui-je Ong, Chu LiuXiang dalam petualangannya di gurun pasir harus rela ditangkap oleh kelompok ini ketika mengadakan penyeledikan asal usul dari pemimpin kelompok asing yang sudah berhasil memeras pihak istana Kui-je.
Hasil penyelidikan mengenai pemimpin kelompok ini membuatnya hampir mati trerkejut karena dia merupakan sesosok yang sudah tidak asing lagi bagi dirinya dan pernah menjadi sahabat karibnya bermain catur dan meminum arak. Siapakah sebenarnya si pemimpin kelompok asing ini ?
Asal usul Ciok Kwan Im, yang ternyata masih bertalian dengan seluruh kejadian yang terjadi dalam petualangan Chu LiuXiang di seri sebelumnya, sosok Ciok Kwan Im ini berhubungan erat sekali dengan sebuah peristiwa yang mengguncang dunia persilatan sekitar empat puluh empat tahun sebelumnya ketika terjadi permusuhan abadi antara partai Hua-shan dan keluarga Li dari gunung Huang yang berujung pada musnahnya kedua clan ini. Kemunculan para saksi dan pemeran langsung kejadian bentrokan partai Hua-shan dan Keluarga Li dari gunung Huang empat puluh empat tahun yang lalu secara tidak terduga menjadikan misteri dan asal usul seputar Ciok Kwan Im ini akhirnya menjadi jelas, dibalik kekejamannya, Ciok Kwan Im adalah pribadi malang yang patut dikasihani.
Siapakah sebenarnya Ciok Kwan Im ini, apakah dia juga yang berada sebagai otak dari munculnya kelompok asing yang ingin merebut kekuasaan Kui-je On di istana Kui-je?
Akhir cerita dipuncaki oleh pertarungan psikologis antara Ciok Kwan Im melawan Chu LiuXiang.


III. Peristiwa Burung Kenari
Diterjemahkan oleh : Gan KH
Penerbit : Tunas Tanjak, 1973. 13 jilid

Mendekati jilid-jilid terakhir dari Rahasia Ciok Kwan Im, muncul tokoh misterius yang telah membantu, tidak hanya membantu tapi juga membunuh lawan-lawan dari Chu LiuXiang. Tokoh ini begitu misteriusnya dan setiap aksinya hanya membubuhkan tanda berupa surat yang ditandatangani dengan nama Si Burung Kenari.
Walau Chu LiuXiang berhasil membongkar rahasia Ciok Kwan Im, menolong negara Kui-je, menguraikan perselisihan antara Hus-shan dan Keluarga Li yang sudah bermusuhan sejak empat puluh empat tahun lalu, sekaligus menghancurkan gerombolan para pengikut Ciok Kwan Im, tapi hatinya masih selalu resah.
Su Rong-rong bertiga, para dayang nya yang diculik masih belum juga ditemukan, sedangkan dia sendiri masih terikat janji tiga puluh hari dengan Kiong Lam-yan dari istana Sin-cui kiong.
Selain itu siapakah sosok misterius yang menamakan dirinya Si Burung Kenari itu ?

Dalam perjalanan pulang dari gurun pasir luar perbatasan, ketika Chu dan Hu sedang beristirahat minum arak di sebuah restaurant, tiba tiba mereka didatangi oleh pasangan pendekar, yang perempuan bernama Liu WuMei dan laki-laki bernama Li YuHan, yang mengaku sebagai putra tunggal dari Li GuanYu, pendekar pedang nomer satu di dunia persilatan pada tiga puluh tahun yang lalu.
Dari percakapan selanjutnya diketahui apabila Li YuHan ternyata telah menawan Su Rong-rong dan yang lainnya, selanjutnya Li telah mengundang Chu secara paksa untuk mengunjungi rumahnya dimana Su Rong-rong dan yang lainnya telah ditawan.
Semenjak tiba di kediaman keluarga Li, berturut-turut terjadi beberapa kejadian aneh yang semuanya bertujuan untuk mencelakai Chu dan Hu. Selain beberapa keanehan pada diri pasangan Li dan Liu, juga muncul beberapa tokoh aneh dengan ilmu silat tinggi ke kediaman keluarga Li yang maksud dan tujuan kemunculannya sama sekali tidak dapat diterka oleh Chu.
Diketahui kemudian kalau tujuan Li mengundang Chu secara paksa dengan cara menahan para dayangnya ialah karena ingin menunaikan amanat ayahnya yang sebelum terkena sakit parah, telah berpesan untuk membunuh Chu LiuXiang dengan memakai barisan pedang ciptaannya, sekaligus untuk menguji barisan pedangnya itu karena Chu dikenal memiliki ilmu meringankan tubuh paling sempurna di dunia persilatan, dan hanya Chu yang paling pantas menguji dan mati, kalau ia gagal, dibawah barisan pedangnya.
Singkat cerita, Chu lolos dari ujian barisan pedang ciptaan Li GuanYu, padahal barisan pedangnya itu terdiri dari tujuh orang dari cabang atas dunia persilatan yang memiliki ilmu pedang tertinggi pada masanya.
Ternyata dibalik usaha pembunuhan Chu LiuXiang itu tersimpan cerita lain yang menyangkut asal usul dari Liu WuMei, yang bernama asli Liu Bu Bi. Liu sendiri terpaksa harus merencanakan usaha pembunuhan Chu LiuXiang karena sudah terlanjur berjanji pada seseorang dengan balasan obat pemunah dari racun yang diidapnya.
Setelah membereskan urusan dengan pasangan Liu dan Li dari keluarga Li, Chu kemudian teringat akan janjinya pada orang dari istana Sin-cui Kiong yang telah lewat tiga puluh hari, ditambah rasa penasaran Chu akan alasan dari usaha orang-orang istana Sin-cui Kiong yang selalu berusaha untuk membunuhnya. Sin-cui Kiong sendiri dipimpin oleh Cui-bok Im-ki seorang wanita misterius yang ilmu silatnya boleh dibilang malah kemungkinan lebih tinggi dibandingkan dengan Ciok Kwan Im.
Dari informasi yang diberikan oleh Liu Bu Bi, Chu akhirnya menemukan jalan masuk ke istana Sin-cui Kiong ini. Terlebih dahulu harus mendatangi sebuah biara bobrok yang dikenal dengan nama Bo-dhi Am, orang-orang yang berniat mendatangi Sin-cui Kiong harus terlebih dahulu meminta ijin dan mengutarakan maksud serta tujuan kedatangannya itu kepada seorang nikoh buta tuli yang mengurus biara kecil tersebut. Chu sendiri mengambil jalan lain, yaitu jalan rahasia yang pernah dipakai oleh salah seorang anak murid dari Sin-cui Kiong untuk bertemu dengan kekasih gelapnya.
Berhasil menyelusup masuk ke dalam istana Sin-cui Kiong, Chu dan Hu secara tidak sengaja melihat sebuah drama yang melibatkan masa lalu dari seorang tokoh persilatan terhormat yang ternyata pernah berhubungan asmara dengan salah seorang petinggi dari istana Sin-cui Kiong. Tidak hanya itu berbagai rahasia lain mengenai keadaan istana Sin-cui Kiong, rahasia tentang diri Cui-bok Im-ki, dan semua intrik dan hubungan rahasia asmara diantara penghuni dari Sincui Kiong itu.
Pada akhirnya Chu dan Hu berdua harus menghadapi pertempuran terakhir dengan Cui-bok Im-ki yang ternyata lebih mengerikan dibandingkan dengan Ciok Kwan Im. Cui-bok Im-ki adalah satu-satunya orang di dunia persilatan saat itu yang dapat mengetahui asal usul ilmu silat baik dari Chu dan Hu dengan tepat, yang tidak seorangpun sebenarnya di dunia yang tahu mengenai hal tersebut.


IV. Pendekar Harum
Diterjemahkan oleh : Gan KL
Penerbit : Pustaka Silat, 1977. 20 jilid

Pendekar Harum yang diterjemahkan oleh Gan KL ini terdiri dari dua volume cerita petualangan Chu LiuXiang yang dijadikan satu dalam satu judul. Kami akan merangkumkan-nya satu persatu untuk anda. Mulai seri ini, cerita sudah tidak ada, atau sedikit berhubungan dengan cerita sebelumnya, seri pertama sampai ketiga dari petualangan Chu LiuXiang boleh kiranya disebut sebagai trilogi dikarenakan oleh cerita yang saling berkaitan dengan erat dari seri ke-satu sampai dengan ke-tiga.

1. Mayat Hidup Kesurupan Roh
Kali ini Chu LiuXiang diundang untuk datang ke rumah salah satu sahabatnya, yaitu Cu Kin-hau (Zuo Qing Hu), yang selain terkenal karena ilmu telapak tangannya , tapi juga terkenal oleh keahliannya memasak hidangan ikan khas yang hanya hidup di bawah sungai Siu-ya-kio dekat kediamannya.
Cu Ji-ya Cu Kin-hau, selama hidupnya sangat bangga akan tiga hal ; Pertemanannya dengan Chu LiuXiang, Anak perempuannya, Cu Beng-cu yang cantik bagai bidadari, dan permusuhannya dengan Sih Ih-jin, si Pendekar Pedang Nomer Satu di Dunia , Thian-he-it-kiam-khek. Cu Kin-hau dalam waktu yang sudah ditentukan akan melangsungkan pertandingan hidup mati dengan Sih Ih-jin guna menyelesaikan perselisihan yang sudah berlangsung puluhan tahun antar keluarga mereka.
Chu LiuXiang diundang oleh Cu Ji-ya untuk menyelediki kejadian aneh yang menimpa pada diri putri tunggalnya itu. Cu beng-cu yang dikabarkan sakit berat kemudian dinyatakan meninggal, tiba tiba ternyata hidup lagi, dan ketika hidup lagi dia mengidap sakit hilang ingatan yang aneh, dimana mendadak dia mengaku sebagai nona besar dari perkampungan Sih, yang jelas bahwa pemimpin perkampungan itu adalah Sih Ih-jin yang merupakan musuh besar Cu Kin-hau. Beng-cu sendiri bersikeras bahwa dirinya adalah betul anak dari Kim-kiong hujin dari Perkampungan Si , bernama Si-in, lebih lanjut dia menuduh pihak keluarga Cu, yang merupakan musuh besar seluruh keluarga Sih telah berbuat curang dengan menculiknya.
Sementara itu di perkampungan Sih pada saat yang sama sedang diadakan upacara pemakaman dan hari berkabung, dimana pada hari itu disaat yang sama dengan bangunnya Cu Beng-cu dari sakit, nona besar perkampungan Sih, yaitu Sih In, telah meninggal akibat sakit !.
Apakah roh nona Sih dari perkampungan Sih telah masuk kedalam mayatnya nona Cu untuk bangkit dari kematiannya...?
Untuk menyelediki hal ini, Chu kemudian harus mendatangi Perkampungan Sih dan bertemu dengan Sih Ih-jin, sebetulnya kedatangan Chu ke kediaman keluarga Sih bukan hanya untuk memecahkan kasus aneh mayat kesurupan roh ini, rupanya sejak lama Chu sudah mencurigai keluarga Sih berbarengan dengan munculnya satu kelompok perampok yang berilmu tinggi di dunia persilatan. Chu menyimpan kecurigaan bahwa Sih Ih-jin yang terkenal akan ilmu pedangnya setidaknya pasti mempunyai hubungan dengan munculnya kasus perampokan besar-besaran oleh kelompok yang mempunyai ilmu pedang tinggi.
Semakin lama Chu menyelediki keluarga Sih, semakin dia dihadapkan oleh berbagai persitiwa aneh yang menyangkut setiap anggita keluarga di perkampungan Sih ini. Ada salah satu saudara kandung Sih Ih-jin yang berilmu pedang sulit dijajaki tapi ternyata tidak waras, kemudian yang lain lagi ternyata mengidap kelainan sex, dan lain sebagainya.
Jadi apakah rahasia dibalik bangkitnya mayat Cu beng-cu dengan roh nona Sih ? dan apakah betul kecurigaan Chu kalau Sih Ih-jin mempunyai hubungan dengan berbagai peristiwa perampokan yang terjadi di dunia persilatan ? dan bagaimana hasil pertandingan antara Cu Kin-hau dengan Sih ih-jin

2. Legenda Pulau Kelelawar
Chu LiuXiang bertemu lagi dengan Hu Thi Hua yang bercerita mengenai keanehan pada diri salah seorang kekasihnya, Ko A-lam anak murid Hua-shan yang tiba tiba mengacuhkan dirinya saat bepergian ditemani oleh gurunya, Koh Bwe Taysu.
Koh Bwe Taysu adalah seorang beribadat berilmu tinggi, dan sudah tiga puluh tahun lebih dikabarkan tidak pernah turun gunung, tentunya berita yang mengagetkan apabila Koh Bwe Taysu ditemukan sedang melakukan perjalanan di dunia persilatan, terlebih ketika menurut Hu Thi Hua kalau Koh bwe Taysu malah sudah Hoan siok ( piara rambut ), pasti ada kejadian penting yang mengguncangkan dunia persilatan sehingga Koh Bwe Taysu keluar dan turun gunung melakukan perjalanan.
Chu dan Hu yang penasaran akhirnya mengikuti perjalanan dari arah tujuan Koh Bwe Taysu sehingga keduanya berada di kapal laut yang sedang berlayar entah kemana. Kali ini salah satu sahabat Chu dan Hu, yaitu Thio Sam yang terkenal dengan jaring emasnya turut serta berpetualang bersama Chu LiuXiang di atas perahu layar itu yang berlayar entah kemana,
Selama perjalanan, banyak kejadian aneh dan peristiwa pembunuhan yang terjadi di atas kapal tersebut. Di atas kapal layar itu, Chu bertemu dengan seorang nona yang tanpa diduga mahir memainkan jurus silat dari ilmu rahasia perguruan Hua-shan, belakangan diketahui kalau kitab pusaka perguruan Hua-shan yaitu, Jing-hong-cap-sah-sik telah hilang dicuri orang, dan rupanya itulah alasan mengapa Koh Bwe Taysu turun gunung.
Semakin lama berlayar, semakin aneh kejadian kejadian yang berlangsung di atas kapal itu, para penghuni di kapal layar itu ternyata adalah orang –orang cabang atas di dunia persilatan, belum lagi beberapa tokoh misterius yang belum terungkap identitasnya tapi kelihatan berilmu tinggi. Korban-korban pembunuhan misterius semakin banyak berjatuhan sedangkan keadaan jadi semakin misterius dan rumit ketika beberapa petugas polisi kerajaan yang sedang memburu buronan negara ikut bergabung menumpang.
Tidak lama, rombongan kapal layar itu bertemu dengan kapal lain yang berisi serombongan orang misterius yang dipimpin oleh seorang pemuda buta yang tidak kalah misterius dibanding dengan orang-orang yang sudah terlebih dahulu berada di kapal sebelumnya. Pemuda buta yang mengaku bernama Goan Sui-hun ini memiliki sejarahkeluarga yang menarik karena ia berasal dari perkampungan Bu-ceng San di Kwantiong yang sangat dihormati oleh seluruh insan persilatan, terutama setelah mendengar bahwa ia adalah putra dari Goan Tong-wan, pemimpin perkampungan Bu-ceng San yang paling di hormati di dunia persilatan.
Ternyata para penumpang kapal layar itu, semuanya mempunyai tujuan yang sama, mereka sedang menuju ke sebuah pulau misterius yang bernama Pulau Kelelawar, Piau Hok-to. Pulau yang di kabarkan menyimpan gua emas dan harta yang tak ternilai sehingga menjadi banyak incaran para insan persilatan.
Tiba di Pulau Kelelawar, para penumpang kapal dihadapkan pada kenyataan bahwa di pulau itu hakekatnya tidak ada satu pun kelelawar yang hidup, pulau itu tidak lebih dari sebuah bukit karang yang tandus, tiada bunga, tiada kehidupan, yang ada semenjak tiba di pulau itu mereka dihadapkan pada jebakan jebakan yang dipasang oleh majikan pulau itu untuk memperangkap dan membunuh mereka yang berani datang ke pulau itu. Satu persatu para pendatang kena dijebak dan dicelakai, termasuk Chu, Hu dan Thio Sam, bahkan salah satu diantaranya mengalami kejadian berat yang sangat memukul batin.
Keanehan lain di pulau itu adalah boleh dikatakan selain cahaya bulan dan bintang, hampir tidak ada sama sekali cahaya yang menerangi pulau ini, selama berada dipulau itu, mereka hidup dalam kegelapan tidak dapat melihat sesuatu apapun sama sekali, semacam orang buta saja.
Belakangan diketahui kalau pulau itu telah digunakan oleh sekelompok orang untuk berdagang jual beli, bukan barang yang mereka jual belikan akan tetapi beberapa barang pusaka, peta harta karun, kitab pusaka, racun tanpa penawar dan juga rahasia berbagai macam tokoh persilatan. Mereka yang datang ke pulau ini selain mereka ingin membeli berbagai macam pusaka ini, mereka juga ingin membeli rahasia mereka masing masing agar tidak bocor di dunia persilatan , karena jikalau bocor sudah dapat dipastikan nama besar mereka bisa rusak bahkan hancur dan seterusnya tidak bisa lagi hidup sebagai orang persilatan.
Apakah Chu LiuXiang dapat membuka rahasia mengenai pulau kelelawar ini? Apakah ada hubungannya dengan Goan Sui-hun, si pemuda buta dari Kwantung itu? Bisakah mereka selamat dari pulau rahasia itu? Dan rahasia rahasia apa yang dibawa oleh para pengunjung pulau kelelawar itu , serta bagaimana nasib Koh Bwe Taysu selanjutnya?
sumber;http://hkw-ceritasilat.blogspot.com/search?updated-min=2007-01-01T00%3A00%3A00%2B07%3A00&updated-max=2008-01-01T00%3A00%3A00%2B07%3A00&max-results=19
sumber image:http://forum.detik.com/showthread.php?p=6392458